Pesta Rilis DistroUNP 1.2.5 Bersama Bapak Prof. Dr. Fasli Jalal

Padang, POSS UNP akhirnya merilis DistroUNP dengan tema Release Party DistroUNP “Distribusi Linux Persembahan Universitas Negeri Padang untuk Dunia Pendidikan” yang di selenggarakan pada hari minggu tanggal 6 Mei 2012. More »

Pelatihan Linux Basic

Pertemuan Anggota POSS UNP, untuk melatih kemampuan anggota menggunakan Linux dan Software Open Source More »

Pertemuan 4 Pelatihan Linux Basic

Pertemuan ke 4 Pelatihan Linux Basic pada 3 Mei 2013 membahas CLI (Command Line Interface). Peserta tampak antusias mengikuti pelatihan Linux Basic hingga acara selesai More »

 

Sharing File Ubuntu 14 dan Windows Menggunakan Samba.

Tutorial kali ini akan memperlihatkan bagimana cara berbagi file dari Linux Ubuntu dan Windows dengan menggunakan Samba, tidak hanya file, samba juga mendukung sharing ( bagi pakai ) printer dan berbagai sumberdaya melalui Jaringan Komputer.

  1. Install Samba dan tools konfigurasi GUI nya.

Masukan perintah berikut di terminal .

sudo apt-get install samba samba-common 
/system-config-samba python-glade2 gksu
  1. Klik tombol menu dan ketikan samba pada kotak pencarian.
samba gui

Akses tools Samba

 

  1. Jalankan tools Samba, masuk ke bagian Preferences –> Server Settings.

Pada tab Basic :

  • Workgroup. Sesuaikan dengan Workgroup yang digunakan Windows ( huruf kapital berpengaruh ), pada windows dapat dilihat di Computer –> Properties. 
  • Description. Nama komputer Ubuntu yang dapat dilihat oleh Windows.
gambar konfigurasi samba

Menentukak workgroup dan nama server

 

  1. Secara default akses ke file yang akan di sharing adalah menggunakan user dan password, untuk itu buat user dan password Samba Preference –> Samba User –> Add User.
  • Unix User. Pilih user yang biasa anda gunakan pada Ubuntu, atau user yang memiliki hak akses terhadap file yang akan di share .
  • Windows Username dan Password. Username Password yang akan digunakan Windows untuk mengakses ke file share.
user Samba

Menambahkan User Samba

 

  1. Tambahkan File yang akan di share ( bagi pakai ) kepada Windows, melalui File –> Add Share.

Pada tab Basic.

  • Directory. Pilih folder atau file yang akan di share dengan klik tombol Browse.
  • Writable. Ceklist jika ingin file dapat di tulis atau diubah oleh Windows.
  • Visible. Ceklist jika ingin file dapat dilihat oleh Windows.
menambahkan file

Menambahkan File

 

Pada tab Access, Ceklist user yang di-izinkan untuk mengakses file, sesuai dengan user yang telah dibuat pada sesi sebelumnya.

Menentukan User yang dapat mengakses file

Menentukan User yang dapat mengakses file

Tampilan Beberapa File Sharing Samba

Tampilan Beberapa File Sharing Samba

  1. Akses dari Windows. Untuk akses dari windows dapat menggunakan IP address komputer Ubuntu, atau nama host dari Komputer ubuntu.

Pada Ubuntu penulis menggunakan IP “192.168.20.1”. melalui explorer windows , ketikan //192.168.20.1 ( Sesuaikan dengan IP komputer Ubuntu tempat File Share Samba ).

Akses File dari Windows

Akses File dari Windows

Masukan username dan password windows yang telah dibuat pada sesi sebelumnya.

 

Debian 8 “Jessie” sudah di Release.

Debian 8 Jessie

Debian 8 Jessie

25 April 2015, Developer Debian meluncurkan Debian 8.0 dengan Kode “Jessie”, ada beberapa hal yang menarik dan berbeda dari Debian sebelumnya :

  1.   Dukungan penuh selama 5 tahun.

    Dukungan ini meliputi Debian security dan Debian LTS, sehingga selama 5 tahun Sistem Operasi yang digunakan akan mendapat update dan pembaharuan dari Debian.

  2. Menggunakan systemd Sebagai default init system, dengan tidak meninggalkan “sysvinit”.

    Beberapa bulan yang lalu terjadi perdebatan sengit di antara pengembang open source, adanya keputusan pengembang GNOME yang hanya mendukung “systemd”, menyebabkan beberapa sistem operasi yang menggunakan GNOME terpaksa beralih ke “systemd” sementara pengembang Debian telah lama mengembangkan “sysvinit”, lebih memilih tetap menggunakan “sysvinit” dengan tidak menghiraukan “systemd”.

    Namun pada Debian terbaru tampaknya pengembang debian telah melunak, dan menggunakan “systemd” sebagai default init systemnya.

  3. Mendukung penggunaan UEFI (Unified Extensible Firmware Interface).

    Pada Debian 7.0 sebelumnya telah mendukung EUFI , namun karena penerapanya masih baru pada debian 7.0 EUFI masih banyak memiliki BUG.

    Pada Debian 8 EUFI telah ditingkatkan, sehingga dapat mendukung system 32-bit maupun 64-bit ( amd64/i386 ).

  4. Debian 8 juga berisi berbagai perangkat lunak, diantaranya :
  • Apache 2.4.10 ( HTTP Server )
  • Asterisk 11.13.1 ( VOIP )
  • GIMP 2.8.14 ( Pengolahan Gambar )
  • an updated version of the GNOME desktop environment 3.14 ( Desktop )
  • GNU Compiler Collection 4.9.2 ( Programming )
  • Icedove 31.6.0 (an unbranded version of Mozilla Thunderbird) ( Email Client )
  • Iceweasel 31.6.0esr (an unbranded version of Mozilla Firefox) ( Browser )
  • KDE Plasma Workspaces and KDE Applications 4.11.13 ( Workspace Management )
  • LibreOffice 4.3.3 ( Pengolahan Kata )
  • Linux 3.16.7-ckt9 ( kernel )
  • MariaDB 10.0.16 and MySQL 5.5.42 ( Database )
  • Nagios 3.5.1 ( Monitoring Jaringan )
  • OpenJDK 7u75 ( Java Developer Kit )
  • Perl 5.20.2 ( Programing Perl)
  • PHP 5.6.7 ( Pemprograman PHP )
  • PostgreSQL 9.4.1 ( Database )
  • Python 2.7.9 and 3.4.2 ( Pemprogramana Python )
  • Samba 4.1.17 ( File Sharing )
  • Tomcat 7.0.56 and 8.0.14 ( Web Service )
  • Xen Hypervisor 4.4.1 ( Virtualisasi )
  • the Xfce 4.10 desktop environment ( Desktop )
  • lebih dari 43.000 paket perangkat lunak lain siap digunakan, dibangun dari hampir 20.100 paket source.

Download Debian CD/DVD.

CD/DVD Debian 8.0 dapat di download langsung di Website Resmi Debian . https://www.debian.org/CD/

 

LibreOffice 4.4.0 Telah Dirilis dengan Beberapa Pembaharuan User Interface

Versi terbaru aplikasi Open Source perkantoran LibreOffice telah dirilis. Jan Holesovski pemimpin dari LibreOffice mengatakan “LibreOffice 4.4 telah mendapat banyak UX (User Experience) dan didesain dengan cinta dan paling indah menurut saya”

LibreOffice 4.4.0

Beberapa perubahan diantaranya telah menerapkan ikon yang monokrom, toolbar yang didesain kembali, ruler (penggaris) yang telah didesain kembali, dan sebagainya. Lebih lengkapnya https://wiki.documentfoundation.org/ReleaseNotes/4.4

  • Writer: Sidebar enabled by default
  • Writer: Cut, Copy and Paste actions at the top of right-click menu
  • Writer: ‘Paste Special’ now a sub-menu in right-click menu
  • Writer: Infobar to indicate ‘read-only’ mode
  • Firefox Themes now apply to bottom bar
  • OpenGL framework improvements
  • Support for connecting to OneDrive directly from LibreOffice
  • ‘Carlito’ and ‘Caladea’ fonts (Windows)
  • New default templates
  • Visual editing of Impress master pages
  • ‘Track Changes’ improvements
  • Improved import filters for a wider range of file formats from other software
  • Expanded support for media capabilities on each platform

Untuk mahasiswa Universitas Negeri Padang dapat diunduh pada server lokal Mirror UNP di http://mirror.unp.ac.id/tdf/libreoffice/stable/4.4.0/

Untuk pengguna diluar UNP dapa mengunduh di Mirror Kambing UI http://kambing.ui.ac.id/tdf/libreoffice/stable/4.4.0/

Memberi Hak Akses Pada Semua Folder, Subfolder dan Berkas di Linux

Saya anggap Anda disini telah memahami permission atau hak akses di Linux. Pada folder dokumen root pada web server secara default permission untuk semua folder adalah 755 dan untuk berkas atau files adalah 644. Namun terkadang permission tersebut berubah. Untuk mengubahnya terkadang ribet mesti satu-satu folder atau berkas yang harus diubah permission-nya. Berikut perintah sederhana untuk mengubah semua folder dan subfolder menjadi 755 dan 644 untuk semua berkas atau file

Untuk mengubah semua folder manjadi 755 (-rwxr-xr-x):

find /opt/lampp/htdocs -type d -exec chmod 755 {} \;

Untuk mengubah semua berkas menjadi 644 (-rw-r–r–):

find /opt/lampp/htdocs -type f -exec chmod 644 {} \;

Selamat mencoba :)
Cara ini telah di coba dan berhasil, semua resiko ditanggung pengguna

Bullet dan Symbol untuk WPS Office Linux

Beberapa waktu yang lalu saya menginstall WPS Office pada BackBox linux saya, mengantikan LibreOffice yang selama ini saya gunakan, saat pertama kali WPS Writer dijalankan ada peringatan error yang menyatakan font untuk Symbol dan Bullet tidak tersedia pada sistem saya.
Merujuk pada Website WPS Community, ternyata font untuk formula dan symbol tidak diinstall pada paket font WPS Linux , dikarenakan masalah hak cipta.

WPS Symbol Font

Saya pun berinisiatif meng-copy font yang diperlukan dari local disk C: sistem operasi windows. Untuk anda pembaca artikel ini saya telah membundel font yang diperlukan dalam satu file , silahkan ikuti langkah berikut :

  • Buka terminal linux anda.

#cd /usr/share/fonts/truetype/

#wget https://www.dropbox.com/s/4woday132g2u7ao/Symbol_Font_WPS_office.tar.gz?dl=0

#tar zxfv Symbol_Font_WPS_office.tar.gz\?dl\=0

  • Jika file sudah ter ektrack dengan benar maka akan terlihat seperti berikut ini

#cd symbol-fonts

#ls

Font Symbol untuk WPS Office

  • Silahkan buka WPS Office writer anda . :)

WPS Office Writer Linux enable Bullet